Jumat, 11 Juli 2008
cinemaprint
sekarung berlian..
saya menawarkan kepada anda untuk kiranya
saya dapat membantu anda, untuk kebutuhan
promosi bagi perusahaan anda, profil anda yakni bagi
anda yang berpartisipasi dalam kancah politik..
saya siap membantu..
dengan andalan mesin mesin kami yang terbaru...
cinemaprint..
indoor outdoor large digital print
kontak
081320700722
geusan ulun 124 sumedang
Senin, 07 Juli 2008
LEGISLATIF SUMEDANG
aku tengah merindukan puisi. aku sedang menginginkan larik larik sajak tentang senyap dan keheningan. juga tentang rasa senang yang tidak mestinya dihamburkan. begitulah aku memahami puisi. jagat kecil yang bermakna dalam, tidak berderak dan justru khidmat. dalam hidupku yang gagap, aku merindukan sajak. sayang sekali aku tidak cukup sempat mendapatkannya setiap saat. aku membuka koran di pagi hari dan yang kutemui lebih banyak kisah kisah yang berteriak. tentang sorak sorai dan musibah. kemenangan dan kekalahan. kontras dua kutub yang ditubrukan. aku mengingatnya dalam dalam, bahwa politik buatku sedang tidak menarik. warta warta ihwal hidup bernegara justru lebih sering bermuara pada basa basi dan hipokrisi. regulasi ditabrak sekehendak hati. konsensus publik dibikin menjadi rumit. korupsi disana sini. protes dan demonstrasi yang tidak kenal henti. sementara kisah sehari hari terselip diantara berita berita terkini namun BASI ! : tentang hidup manusia yang selalu berebut dominasi atas publik berujung pelafalan kekuasaan dan materialistis! i hate politics absolutely !
aku belajar mengutak atik foto diri, mencoba mempadupadankan dengan background salah satu partai cukup berpengaruh di kota kelahiranku. sudah pantaskah aku mengumbar senyum kesana kemari, menebar salam, bahkan sering merogoh saku untuk mengeluarkan isinya, haha terlalu kampanyeistik, semoga pemilihan caleg (calon legislatif) benar benar betul menjadi kepanjangan lidah publik sumedang, tentunya jangan sampai caleg mendefinisikan dirinya sebagai calon teu baleg ! hah !
sesulit apa usaha di sumedang?
membuat usaha di kota mungil seperti sumedang, tentunya tidak bisa dibilang mudah. apa lacur, publik sumedang cenderung lebih menyukai kota tetangga sebagai perbandingan baik dari segi penawaran, fluk transaksi atau skematik price (harga).
namun, inilah tantangannya. tentu saja ada keuntungan dibalik itu semua. karena dengan mungilnya kota ini, dan keramaian hanya terpusat pada satu titik. tentunya mudah bagi kita untuk mendoktrin market pada publik. tidak diperlukan biaya yang terlalu besar tentunya.
IPM (indeks pendapatan masyarakat) kabupaten sumedang tidaklah terlalu besar. makanya terasa nanggung memang jika kita berharap berpenghasilan 100juta/bulan. bukan mustahil namun sulit !
namun langkah apa sebenarnya untuk meningkatkan daya konsumeris di kabupaten sumedang? bagaimana langkah pemerintah?
jawabannya, rangkul para wirausahawan, sehingga timbul koordinasi bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dengan tentunya memberikan bantuan bagi wirausaha yang sedang berkembang. toh dengan apalah itu. misalnya kredit lunak? boleh juga !
membangun cinemaholic

membangun cinemaholic itu tidak mudah. dari sekian perjalanan panjang, liku, keras, dengki, dan cucuran keringat deras. aku mulai merasakan apa yang harusnya aku nikmati dari perjuangan itu.
sejak aku mulai merintis dengan nama lain pada waktu itu tahun 2002, yakni dengan nama tirititit film, usahaku justru cenderung lebih ke bidang video doumentasi, namun seiring perkembangan dunia digital serta lebihnya, ada pertimbangan peluang bisnis yang lebih menjanjikan, akhirnya saya mulai menyeberang ke dunia fotograpi. itu terjadi pada awal 2004. nama cinemaholic sendiri, mulai saya publikasikan pada akhir tahun 2005.
dari strategi yang saya bangun, dengan mengambil segmen remaja (anak sekolahan), akhirnya saya bisa menembus pakem pakem yang ada. merubah pandangan publik bahwasanya digital itu begitu easy funny.
tahun 2006 adalah awal branding cinemaholic dengan mengusung proyek penyusunan booklet almamater sekolah. dengan propaganda pengenalan digital pada publik tentunya dengan harapan doktrin digital mulai mempengaruhi dan perlahan menggeser proses analog. itulah konsep yang kami tawarkan. digital no analog ! tidak mudah juga, menawarkan sesuatu yang baru pada publik, jika kita tidak reatif, maka kita akan lose ! kalah !
dijebak rantai hurup

Andai aku tak pernah sentuh komputer beserta kroco kroconya. Aku pasti tidak akan punya pikiran mesti so bikin tulisan di fasilitas dotnet ini. Pastinya aku lebih memilih tidur, karena tiap kali aku mulai terbang ke dunia ini, pasti hari mulai menggelap. Dan komputer ini menyita waktu istirahatku ! damn ! aku tidak cukup punya waktu untuk menggerakan otak dan tangan secara bersamaan. Aku terlalu lama meliburkan pikiran untuk merenung dan menuangkan gagasan. Aku sibuk cari duit sehingga malas untuk mencari cara menganalisis keadaan. Lebih nikmat berkeringat siang hari daripada harus mengkerutkan dahi di malam hari ditemani secangkir milo hangat. Ah !
Kawan, aku tak bermaksud menjadi guru atau profesor karena tulisan ini. Jelas, aku lebih bodoh daripada kalian. Aku tak pernah bermaksud melebihi apa yang aku pahami, melampaui apa yang aku alami, menghakimi apa yang aku hadapi. Jadi, jangan kau harap menemukan keputusan dari apa yang aku gambarkan. Bukan apa apa, pengalamanku tentunya tak seberapa dibandingkan sekian peristiwa yang tak mungkin aku jalani semua. Aku menjalani hidup seperti juga kau mengalaminya.
Aku sering mengira hidup ini basa basi saja. Bicara begini terkesan berani, ya? Maaf. Bukan apa apa, menurutku potensi penyikapan kita atas keadaan apapun sebenarnya tak perlu dikaburkan. Tentu saja asal kau siap ditempeli sekian label unik oleh lingkungan. Tukang protes (protestan), sampah publik, gila, teu baleg ! lah...
Aku tau kau mulai mengkerutkan dahi membaca tulisanku.
Perkenalkan namaku hendra, panjangnya hendra nugraha, nama pemberian orangtuaku, tiga jam setelah aku mulai berojol ke dunia. Orang orang sekitar, keluarga, sahabat, teman, guru, dosen, tukang becak, tukang bubur kacang di samping rumah bahkan sampai wakil bupati Sumedang lebih gemar panggil aku ee atau boe. Entah asal usulnya darimana keluar nama itu. Dan bodohnya aku nyahut aja.
Sudahlah lupakan tentang sebuah nama. Bagiku sebuah nama ibarat cover dalam sebuah buku, kalo belum kita baca isinya, ya mana bisa kita bicara tentang buku itu. Jelas hal itu pun sama demikian.
Minggu, 06 Juli 2008
terlahir sebagai biasa
entah entah.. ketika ibu mengandungku, doa apa yang beliau dipanjatkan pada yang Kuasa, toh aku terlahir seperti ini.. alhamdulillah.. memang aku terlahir sebagai si biasa.. namun karena dari ke'biasa'anku itulah yang akhirnya buat ya semacam cambuk untuk aku agar aku bisa menjadi orang luar biasa.. gmana caranya... pastilah banyak cara yang aku lewati.
