
membangun cinemaholic itu tidak mudah. dari sekian perjalanan panjang, liku, keras, dengki, dan cucuran keringat deras. aku mulai merasakan apa yang harusnya aku nikmati dari perjuangan itu.
sejak aku mulai merintis dengan nama lain pada waktu itu tahun 2002, yakni dengan nama tirititit film, usahaku justru cenderung lebih ke bidang video doumentasi, namun seiring perkembangan dunia digital serta lebihnya, ada pertimbangan peluang bisnis yang lebih menjanjikan, akhirnya saya mulai menyeberang ke dunia fotograpi. itu terjadi pada awal 2004. nama cinemaholic sendiri, mulai saya publikasikan pada akhir tahun 2005.
dari strategi yang saya bangun, dengan mengambil segmen remaja (anak sekolahan), akhirnya saya bisa menembus pakem pakem yang ada. merubah pandangan publik bahwasanya digital itu begitu easy funny.
tahun 2006 adalah awal branding cinemaholic dengan mengusung proyek penyusunan booklet almamater sekolah. dengan propaganda pengenalan digital pada publik tentunya dengan harapan doktrin digital mulai mempengaruhi dan perlahan menggeser proses analog. itulah konsep yang kami tawarkan. digital no analog ! tidak mudah juga, menawarkan sesuatu yang baru pada publik, jika kita tidak reatif, maka kita akan lose ! kalah !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar